sartika

memberikan yang terbaik tanpa harus merusak yang lain

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
FAKULTAS EKONOMI - JURUSAN AKUNTANSI
Kampus : jl.politeknik senggarang Tlp (0771)7004643; Fax. (0771) 7038999
PO BOX 155 Tanjungpinang 29125 http://umrah.ac.id email : [email protected]

UJIAN AKHIR SSEMESTER

Mata Kuliah

Jumlah SKS

Jenjang/Prodi

: Sistem Informasi Akuntansi

: 3SKS

: S1/Akuntansi

Prodi/Semester

Dosen

Metode Ujian

: akuntansi/V (lima)

: Tumpal Manik, M.Si

: Take Home/Website

1. Rancanglah sistem informasi akuntansi PENJUALAN TIKET PESAWAT ONLINE PT.Travelindo. Dalam rancangan susunlah :

a. flowmap

b. flowchart

c. Diagram REA

d. Diagram Konteks

e. Diagram Nol

f. Diagram Detail

2. Pada dasarnya definisi audit manual dan audit EDP tidak ada perbedaan secara khusus dimana batasan - batasan audit EDP sama dengan audit manual yaitu proses pengumpulan dan penilaian bukti guna menentukan dan melaporkan kesesuaian antara aktivitas ekonomi dengan kriteria yang telah ditetapkan. jelaskan !

jawaban :

  1. Pengendaliana system input data umum.

Merupakan pengendalian input data yang digenerallisasikan (generalized data input system – GDIS) meliputi berbagai prosedur terpusat yang mengelola input data untuk semua system pemroseesan transaksi di perusahaan, memimiliki tiga kelebihan antara lain:

  • GDIS memperbaiki pengendalian dengan membuat sebuah system yang samadan melakukan validasi data
  • GDIS memastikan bahwa tiap aplikasi SIA menggunakan standar secara konsisten untuk validasin data
  • GDIS memperbaiki efesiensi pengembangan system


b. Pengendallian penyimpanan data dan hasil pemrosesan.

pengendalian penyimpanan data: merupakan system informasi yang efisien menangkap dan menyimpan data hanya satu kali dan membuat sumber tunggal ini tersediabagi semuapengguna yang akan membutuhkannya. Untuk memenuhi kebutuhan data dari masing-masing pengguna,bperusahaan harus mengeluarkan biaya untuk mengeluarkan biaya unruk pengumpulan dan penyimpanan. Data yang sering digunakan dapat diduplikasi sampai lusin, ratusan, atau bahkan ribuan kali. Review atas pengendalian penyimpanan data ditujukan untuk memastikan bahwa setiap elemen data disimpan hanya satu kali, sehingga mengurangi rendundansi data seperti mengurangi biaya pengumpulan dan penyimpanan data.

Pengendalian hasil pemrosesan: merupakan review pengendalian hasil pemrosesan memastikan bahwa output system tidak hilang,,salah arah, atau rusak dan bahwa tidak terjadi pelanggaran privasi. Eksposur sejenis ini dapat menyebabkan gangguan yang serius atas operasi serta dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

Jenis metode pemrosesan yang digunakan akan mempengaruhi pilihan pengendalian yang digunakan untuk melindungi output system.



c. Pengendalian komunikasi

Review yang berkaitan dengan pengendalian komunikasi dapat diarahkan pada hal-hal berikut ini :

  • Batches logging and tracking : Review diarahkan pada teknik pencatatan dan pentrasiran batch yang mencakup penghitungan batch control totals, penggunaan nomor urut batch, nomor lembar transmisi serta pencatatan arus transaksi dan/atau batch
  • Program – program aplikasi : Review atas verifikasi terhadap batch control totals dan run-to-run total. Review atas pengendalian total run-to-run dengan menggunakan jumlah jumlah total dalam pengendalian keluaran yang berasal dari satu proses sebagai jumlah jumlah (total) pengendalian masukan dalam pemrosesan berikutnya. Dengan kata lain total run-to-run adalah total pengendalian (control totals) dari penyelesaian suatu pengolahan (pemrosesan) yang akan digunakan sebagai total pengendalian  untuk pemrosesan berikutnya. Jumlah dari suatu pelaksanaan pemrosesan ditambah dengan total masukan dalam pemerosesan yang kedua tersebut. Sebagai contoh misalnya saldo awal persediaan ditambah dengan pembelian harus sama dengan saldo akhirnya
  • Teknik-teknik Verifikasi dalam transmisi on-line : Sebagaimana di singgung dalam pengendalian masukan untuk sistem on-line, terdapat perbedaan yang perlu diperhatikan khususnya dalam kaitannya dengan pengendalian. Hal ini antara lain disebabkan karena operator dapat berfungsi sebagai orang yang memulai transaksi. Sebagai contoh misalnya seorang petugas penjual pada biro perjalanan akan melakukan beberapa transaksi yang dalam sistem Non PDE atau dalam sistem PDE Echo-check yang off-line akan dipisahkan. Dalam hal ini petugas penjualan tersebut akan menerima uang, membukukan dan menerbitkan tiket penjualan. Beberapa jenis pengendalian  yang termasuk kategori “teknik-teknik verifikasi” dalam transmisi on-line adalah :, yaitu teknik yang disebut juga dengan istilah closed loop verification ini mengirimkan data kembali kepada pengirimnya untuk dibandingkan dengan data asal (aslinya); Redundancy check, yaitu teknik yang disebut dengan istilah matchingcheck, yaitu meminta pengirimannya untuk memasukkan sebagai dari data selain dari data yang telah ditransmisikan dan; Completness test,yaitu pengujian kelengkapan data yang dilakukan terhadap setiap transaksi dengan tujuan untuk membuktikan bahwa semua data yang deperlukan telah dimasukkan.



3. Perencanaan kapasitas dari perencanaan produksi dapat merupakan kegiatan yang rumit; karenanya, beberapa ERP menyediakan alat simulasi untuk membantu para manajer memutuskan bagaimana menghindari terjadinya kekurangan bahan baku, tenaga kerja, atau fasilitas pabrik. Setelah jadwal produksi induk selesai, data akan masuk ke modul MRP (material requirements planning),


jawaban :

a. Sebutkan dan jelaskan sistem akuntansi dan sistem aplikasi komputer metode dan pencatatan dari hasil pemrosesan melalui sistem batch.

Bacth total dalam sebuah aplikasi pemrosesan bacth, dokumen-dokumen sember sisusun dalam sejumlah kelompok dan bacth total atau sering di sebut juga dengan CONTROL TOTAL yang dihitung secara manual sebelum data sumber dimasukkan kedalam sistemnya.

lima bacth total yang digunakan dalam sistem komputer :


    • financial total; merupakan total jumlah sebuah area dolar, misalnya area totalpenjualan dan total penerimaan tunai.
    • hasil total; merupakan area yang biasanya tidak ditambahkan, misalnya total jumlah nomor rekning konsumen atau nomer identitas karyawan.
    • record count; merupakan jumlah dokumen yang diperoses.
    • line count; merupakan jumlah baris data yang dimasukkan.
    • cross-footing balance tes; banyak lembaran kerja mempunyai total baris dan total kolom.


b. Jelaskanlah pengendalian input (input control) untuk memastikan bahwa berbagai transaksi valid dan akurat dan lengkap yang terdiri dari terdiri dari :
• Transaksi diotorisasi sebagaimana mestinya sebelum diolah dengan komputer.
• Transaksi yang diproses hanya transaksi yang sudah benar-benar disetujui.
• Transaksi diubah dengan cermat ke dalam bentuk yang dapat dibaca mesin dan dicatat dalam file dalam komputer. Transaksi ini di input ke mesin komputer dan dicatat pada file dengan tepat.
• Transaksi ini tidak hilang, ditambah, digandakan atau diubah dengan tidak semestinya atau diubah secara salah.   
• Transaksi yang keliru ditolak, dikoreksi dan jika perlu, dimasukkan kembali pada waktu yang tepat


4.  Apabila terjadi penggunaan file yang salah dalam system file berurutan batch dengan banyak titik penyerahan ulang maka: 


jawaban :



a.bagaimana cara melakukan pengendalian kesalahan input melalui proses dalam bagan.

Cara kesalahan pengendalian salah input melalui proses dalam bagan adalah mengimput data dari dokumen pesanan penjualan. Maka apabila terjadi kesalahan input lalu di validassi data dan buat file transaksi kemudian file yang salah tersebut diperbaiki kesalahan sehingga dari file kesalahan itu diserahkan ulang datanya diperbaiki kedalam input data awal. Jika dari file kesalahan tadi terdapat validasi transaksi dan pembarui file master yang berisi file master produksi ( piutang usaha ) yang lama dan baru serta file master produksi ( persediaan ) yang lama dan baru tersebut ada file kesalahan agar dapat diperbaiki kesalahan tersebut lalu serahkan uang data yang diperbaiki ke dalam masing-masing file master



b. uraikan dengan jelas dan detail ruang lingkup audit manajemen,operasional TI

Ruang lingkup bisa sangat bervariasi namun harus disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah. Ruang lingkup audit manajemen/ operasional TI terdiri dari antara lain:


1. pengembangan system

Informasi merupakan salah satu sumber daya strategis suatu organisasi, oleh karena itu untuk mendukung tercapainya visi dan misi suatu organisasi untuk mengelola informasi. Saat ini system informasi dioperasikan ileh hamper seluruh sumber daya manusia suatu organisasi. Teknologi informasi merupaka komponen penting dari system informasi, selain data/informasi sumber daya manusia dan organisasi. Teknologi informasi yang dimaksud adalah teknologi telematika telekomunikasi dan informatika yang mencakup teknologi computer ( perangkat keras, perangkat lunak ) dan didukung dengan teknologi telekomunikasi, khususnya komunikasi data digital sebagai infrastruktur dari jaringan komputer. perlu teknik untuk mengendalikan dan memastikan bahwa system informasi sudah sesuai dengan tujuan organisasi.audit system informasi merupakan suatu cara untuk menilai sejauh mana system informasi telahmencapai tujuan organisasi.


2. Pengelolaan layanan teknologi informasi

Manajemen layanan teknologi informasi ( information technology service management/ ITSM ), yaitu metode pengelolaan system teknologi informasi terhadap bisnis perusahaan. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan ITSM itu untuk menunjang usaha mereka agar lebih baik lagi. Untuk itu di butuhkan ppengetahuan yang baik tentang memanajemen layanan teknologi informasi itu sendiri.


3. operasionalisasi teknologi informasi ( service dan infrastruktur )

Manajemen informasi teknologi informasi ini dibutuhkan hamper semua pihak baik itu user individual, user manajemen unit non TI atau pun manajemen paling atas. Dalam hal ini user individualadalah pegawai yang harus dilayani unit TI. Oleh karena itu perusahaan harus bisa menentukan  siapa saja yang berhak mendapatkan  pelayanan dari unit TI tersebut. Misalnya unit penjualan mendapatkan layanan paryolll. Namun ia hanya terbatas untuk mengetahui besar payroll yang dibayarkan kepada dia bisa mengetahui gaji atau fitur lain dari pegawai lain karena ini hanya dikuasai oleh HRD. Untuk itu keperluan TI dipilih sesuai kebutuhannya saja. Beberapa layanan TI yang digunaka seperti penggunaan computer print-sharing internet maupun software bisnis tertentu.


4.pemilihan solusi teknologi informasi
Sebuah proses pemilihan salah satu yang dimunculkan pada tahap perancangan untuk menentukan arah tindakan dengan memperhatikan kriteria - kriteria berdasarkan tujuan yang dapat dicapai pada tahap berikutnya yaitu mrmilih solusi terbaik tentang teknologi informasi yang di butuhkan oleh suatu organisasi atau perusahaan.

5. pengelolaan SDM teknologi informasi.
Pengelooaan dapat terdiri dari : Seleksi dan Rekrutmen. Bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat.2. Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development).Yaitu fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.rampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal

6. Pengelolaan keamanan teknologi informasi
Membuat dan mendokumentasikan kebijakan pengelolaan insiden keamanan informasi dan dapatkan komitmen nyata untuk kebijakan itu dari semua pemangku amanah kunci, terutama sekali pengelola senior, Membuat dan mendokumentasikan secara komprehensif skema pengelolaan insiden keamanan informasi untuk mendukung kebijakan pengelolaan insiden keamanan informasi tersebut. Formulir, prosedur dan alat pendukung, untuk pendeteksian, pelaporan, penilaian dan tanggapan atas insiden keamanan informasi, dan rincian skala kerusakan (severity) insiden, harus dimasukkan dalam dokumentasi. (Harus dicatat bahwa dalam beberapa organisasi, skema tersebut bisa dianggap sebagai rencana tanggapan terhadap insiden keamanan informasi.)

7. Pengelolaan risiko teknologi informasi
Penggunaan dalam pengelolaan teknologi informasi (TI) bagi organisasi terbukti telah banyak memberikan manfaat bagi organisasi. Namun di sisi lain tidak dapat dipungkiri terdapat risiko-risiko yang timbul dari penggunaan TI tersebut. Untuk itu manajemen risiko yang efektif penting untuk diperhatikan dan diterapkan dengan tepat dan memadai oleh organisasi agar risiko tersebut terkelola dengan baik dan tidak menimbulkan dampak yang signifikan bagi pencapaian tujuan organisasi. Manajemen Risiko TI sendiri haruslah dipandang sebagai bagian integral dari manajemen risiko perusahaan.  Pelatihan ini dirancang untuk memberikan peserta wawasan tentang bagaimana seharusnya melakukan perencanaan dan pengelolaan risiko TI tersebut berdasarkan kerangka kerja dan praktik terbaik yang sering dijadikan acuan di dunia.

8. Pengelolaan kualitas teknologi informasi
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.


c. Jelaskan sistem akuntansi pengendalian aplikasi komputer dari hasil pemrosesan  melalui sistem batch  pada berbagai  eksposur dan sistem real-time)


1. Mengendalikan output sistem batch;

Sistem batch biasanya menghasilkan output dalam bentuk kertas, yang umumnya membutuhkan keterlibatan berbagai perantara dalam produksinya dan distribusinya. Output akan diambil dari printer oleh operator computer terkait, dipisahkan sesuai urutan lembarnya dan dipisahkan dari berbagai laporan yang lain dikaji kebenarannya oleh staf administrasi bagian pengendalian data, serta kemudian dikirim melalui layanan surat internal ke pengguna akhir.


2. Output spooling;

Dalam operasi pemrosesan data berskala besar, alat-alat untuk output seperti printer dapat mengalami penumpukan pekerjaan yang tidak terproses karena banyaknya program secara simultan meminta layanan dari sumber daya yang terbatas ini. Penumpukkan pekerjaan yang tidak terproses ini dapat menyebabkan penyempitan kapasitas, yang akan berpengaruh negative pada output sistem.


3.Program pencetakan;

Ketika printer lowong, maka program run pencetakan akan menghasilkan output kertas dari file output. Program pencetakan seringkali merupakan sistem yang rumit dan membutuhkan adanya intervensi dari operator. Hal-hal yang perlu dilakukan operator, adalah:

a. Menghentikan sementara program pencetakan untuk memasukkan jenis output dokumen yang benar (cek, faktur, atau berbagai formulir khusus lainnya).

b. Memasukkan berbagai parameter yang dibutuhkan oleh run pencetakan, seperti jumlah salinan yang akan dicetak.

c. Memulai kembali run pencetakan di titik pemeriksaan tertentu setelah adanya kegagalan fungsi printer, dan

d. Mengambil output printer dari printer untuk ditinjau kembali dan untuk didistribusikan.



5. Fasilitas kemajuan teknologi informasi membutuhkan pengendalian yang berhubungan dengan prinsip keandalan dan keamanan data SIA. Untuk meminimalkan waktu dan kegagalan sistem informasi akuntansi, jelaskan menurut pendapat anda : ancaman, resiko dan strategi pengendalian yang tepat untuk saat ini (pilih tiga soal di antaranya)


jawaban :


a. pengendalian sumber data

pengendalian sumber data,harus dilaksanakan secara berhati-hati ,karena penipuandengan dokumen sumber dapat memindahkan aset dari perusahaan.

b. pengendalian pemrosesan dan penyimpanan data dan entry data online

pengendalian penyimpanan data yaitu sistem informasi yang efisien menangkap dan menyimpan data hanya satu kali dan membuat sumber tunggal ini tersedia bagi semua pengguna yang akan menggunakannya.

Pengendalian hasil pemrosesan review pengendalian hasil pemrosesan memastikan output sistem tidak hilang ,salah arah,atau rusak dan bahwa tidak terjadi pelanggaran privasi.

c. pengendalian e-commerce internet

yaitu pengendalian untuk penyebaran,pembelian,penjualan,pemasaran dan dan jasa melalui elektronik melalui jaringan inted. 

d. Teknik-tekniik vertifikasi dalam transmisi on-line

                  Sebagaimana disinggung dalam  pengendalian masukan untuk system online, terdapat perbedaan yang perlu di perhatikan khusunya dalam kaitannya dengan pengendalian. Hal ini antara lain disebabkan karena operator yang berfungsi sebagai orang yang memulai transaksi.sebagai contoh misalnya seorang petugas penjual pada biro perjalanan akan melakukan beberapa transaksi yang dalam system penjual pada biro perjalanan akan melakukan beberapa transaksi yang dalam system non PDE atau dalam system PDE yang offline akan di pisahkan. Dalam hal ini petugas penjualan tersebut akan menerima uang,membukukan dan menerbitkan tiket penjualan.beberapa jenis pengendalian yabg termasuk kategori “teknik-teknik vertifikasi” dalam transmisi online adalah :

  • Echo-check, yaitu teknik yang disebut juga dengan istilah closed loop verification ini mengirimkan data kembali kepada pengirimnya untuk dibandingkan dengan data asal
  • Redundancy check,yaitu teknik yang disebut dengan istilah matchingcheck, yaitu meminta pengirimannya untuk memasukkan sebagian dari data selain data yang telah di transmisikan
  • Completeness test, yaitu pengujian kelengkapan data yang di lakukan terhadap setiap transaksi dengan tujuan untuk membuktikan bahwa semua data yang di perlukan telah di masukkan.



6. Terjadi penggunaan file yang salah dalam sistem file berurutan batch dengan banyak titik penyerahan ulang sehingga program komputer akuntansi tidak berjalan dengan baik dan benar, manajemen melakukan evaluasi kembal, maka bagaimanakah :


jawaban :


a. cara melakukan pengendalian kesalahan input melalui proses dalam bagan.

cara kesalahan pengendalian salah input melalui proses dalam bagan adalah menginput data dari dokumen pesanan penjualan. Maka apabila terjadi kesalahan input lalu di validasi data dan buat file transaksi kemudian file yang salah tersebut diperbaiki kesalahan sehingga dari file kesalahan itu di serahkan ulang data yang di perbaiki kealam input data awal. Jika dari file kesalahan tadi terdapat validasi transaksi dan pembarui File Master yang berisi file Master Produksi (Piutang Usaha) yang lama dan baru serta File Master Produksi (Persediaan) yang lama dan baru tersebut ada file kesalahan agar dapat diperbaiki kesalahan tersebut lalu serahkan ulang data yang di perbaiki ke dalam masing-masing File Master.

b.Jelaskan bagaimana startegi memilih vendor untuk mendapatkan software dan hardware.

Memilih Vendor: Merupakan hal penting untuk selektif dalam memilih vendor dalam membeli software baru

Mendapatkan Hardware dan Software: Pada saat persyaratan SIA telah ditetapkan, organisasi siap untuk membeli hardware dan software. Akan tetapi, perusahaan yang membeli sistem yang besar dan rumit, akan mengirimkan permintaan proposal ( request for proposal - RFP ) yang mengundang para vendor untuk mengusulkan sebuah sistem pada tanggal yang telah ditentukan. Pendekatan formal untuk mendapatkan sistem, adalah hal penting untuk alasan-alasan berikut : menghemat waktu, menyederhanakan proses pengambilan keputusan, mengurangi kesalahan dan menghindarkan dari potensi ketidak sesuaian.



c. Untuk mendapatkan sosftware yang sesuai dengan aktivitas perusahaan maka, perlu melakukan
outsource untuk sistem, sebutkan dan jelaskan prosesnya
Melakukan outsource adalah mengontrak perusahaan luar untuk menangani semua bagian dari data aktivitas pemrosesan organisasi. Pertumbuhan dalam Aplikasi Outsourcing ; Outsourcing awalnya digunakan untuk menstandarkan aplikasi oleh perusahaan yang berjuang untuk bertahan hidup dan menginginkan pasukan kas yang cepat dari penjualan hardware-nya.



sumber:

 

 

 

KRITK DAN SARAN